Menu Content/Inhalt
Home arrow Articles arrow Skripsi Metris: HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA MATERI PERKALIAN
Skripsi Metris: HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA MATERI PERKALIAN Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 09 July 2012

 PENGARUH METODE HORISONTAL (METRIS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA MATERI PERKALIAN

(Penelitian Kuasi Eksperimen di Kelas III SD Negeri 3 Arjawinangun Desa Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon)

Oleh

Siti Azizah

0802049

ABSTRAK


Pembelajaran matematika di SD dilakukan bukan hanya memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi juga mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki siswa. Untuk itu diperlukan kesungguhan dan kreativitas dari guru, sebagai perancang pembelajaran agar pelaksanaannya tercapai maksimal. Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada studi pendahuluan, diketahui bahwa dari 21 subjek yang diteliti,  hanya 4,67% saja yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Kesalahan yang ditemukan terjadi pada penempatan angka atau nilai tempat dan salah mengalikan angka. Dipilihnya pembelajaran perkalian menggunakan METRIS untuk meningkatkan hasil belajar, rasa percaya diri siswa terhadap kemampuannya, dan mengembangkan kreativitas yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan menggunakan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III di Kecamatan Arjawinangun, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas III SD Negeri 3 Arjawinangun kecamatan Arjawinangun, kabupaten Cirebon. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, angket respon siswa, wawancara, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata data pretes dan data postes kelas eksperimen dengan uji U dan menggunakan alpha= 6% two tailed didapatkan nilai P-value (Sig.2-tailed) = 0,108. Karena yang diuji satu arah, P-value = 0,054, P-value (Sig.1-tailed) <alpha, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Adapun pembelajaran perkalian menggunakan metode vertikal tidak dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di Arjawinangun. Dari hasil perhitungan perbedaan rata-rata data pretes dan postes kelas kontrol dengan menggunakan uji U dan menggunakan alpha= 5% two tailed didapatkan nilai P-value (Sig.2-tailed) = 0,938, karena yang diuji satu arah, P-value = 0,469, P-value (Sig.1-tailed) > alpha, maka H0 diterima dan H1 ditolak.  Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang melakukan pembelajaran perkalian dengan menggunakan METRIS dan siswa yang melakukan pembelajaran perkalian dengan menggunakan metode vertikal. Dari hasil perhitungan, didapatkan nilai P-value (Sig.2-tailed) = 0,022. Karena P-value (Sig.2-tailed) < alpha, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Siswa juga memberi respon positif terhadap METRIS sebesar 83,8%. Dalam METRIS terdapat tahap perhitungan mental yang berguna untuk membantu siswa dalam berkonsentrasi. Faktor yang mendukung dalam pembelajaran perkalian menggunakan METRIS yaitu kesiapan guru, kesiapan siswa, dan adanya belajar kelompok yang dilakukan siswa. Adapun faktor yang menghambat dalam pembelajaran perkalian menggunakan METRIS yaitu siswa. Berdasarkan data hasil belajar siswa dapat disimpulkan bahwa METRIS berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas III di Arjawinangun pada materi perkalian. Disarankan dalam pembelajaran guru dapat mengembangkan kemampuan siswa.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KAMPUS SUMEDANG

 

Last Updated ( Monday, 09 July 2012 )
 
< Prev   Next >